Sabtu, 26 Oktober 2019


ORGASME WANITA TANPA SENTUHAN

Apakah orgasme pada wanita bisa diusahakan sendiri tanpa bantuan pasangan atau masturbasi? Jawabannya “bisa”, yaitu melalui pikiran.

Kunci untuk mencapai gelombang kenikmatan (orgasme) ini adalah dengan berfokus pada apa yang sedang Anda pikirkan. Menurut saya, semua orang baik laki-laki maupun wanita pasti bisa melakukan hal ini, kalau mereka berlatih dan sangat fokus. Anda harus benar-benar rileks, menutup mata, dan hanya memikirkan apa yang bisa membuat Anda orgasme

Saya memiliki seorang klien wanita, sebut saja namanya Dewi (40), seorang janda wanita karier pekerja kantor. Ia memiliki gairah seksual yang tinggi namun ia memiliki trauma tersendiri hingga memutuskan untuk tidak mau menikah atau bahkan hanya menjalin asmara dengan orang lain pasca perceraiannya dengan suaminya yang dulu.

Untuk mencari solusi agar gairah seksualnya terpenuhi, ia datang ke klinik. Melalui serangkaian terapi, kini ia mengaku kerap bisa mencapai orgasme tanpa sentuhan atau menggunakan alat bantu. Ia bahkan tidak selalu membuat suatu fantasi seksual, hanya membayangkan dan "menyuruh" dirinya untuk orgasme sehingga tubuhnya merespons. Dewi merasa lebih mampu mengontrol seksualitasnya sendiri.

Ini berita gembira untuk 40 persen perempuan yang diam-diam mengeluh tidak mampu mencapai orgasme dengan pasangannya. Bila Anda tidak berhasil mendapatkannya dari pasangan, ternyata orgasme bisa Anda usahakan sendiri, tanpa bantuan pasangan atau menggunakan alat bantu seks.

Ada banyak fokus pada tubuh dan respons fisik kita. Namun bagi banyak orang, dan khususnya perempuan, pikiran memainkan peran yang lebih penting.

Hasil penelitian dan pengalaman kami selama praktek, meskipun orgasme adalah pengalaman yang sangat menyenangkan, tetapi memahaminya dengan lebih baik jauh lebih penting. Orgasme pada perempuan adalah fenomena yang luar biasa. Saat orgasme, detak jantung perempuan berlipat ganda, sensitivitasnya pada rasa sakit berkurang, aliran darah ke otak meningkat, dan perasaan senang, bahagia, dan cinta juga meningkat.

Lebih jauh, memahami apa yang terjadi dalam otak kita ketika orgasme bisa membantu kita mengembangkan obat-obatan antidepresan dan penghilang rasa sakit yang lebih baik, selain juga meningkatkan kepuasan seksual.