Rabu, 05 Oktober 2016



SEKS DIPERSIMPANGAN JALAN

Seks merupakan tema yang menarik perhatian banyak orang mulai dari jaman nenek moyang hingga sekarang. Perbincangan seks senantiasa terasa aktual dan menarik, hal ini disebabkan bukan hanya karena berurusan dengan perkelaminan, namun karena banyak aspek yang melingkupinya, termasuk opini berdasarkan pemahaman dan kaidah serta standarisasi moralitas tertentu.

Seks bagi sebagian orang adalah satu perwujudan cinta kasih yang bermuara pada hubungan suami istri yang sah . Bagi sebagain yang lain, menganggap seks merupakan kegiatan biologis untuk tujuan hiburan, bahkan yang lebih ekstrem menganggap seks merupakan komoditi yang layak untuk diperdagangkan dan ini terbukti banyaknya tempat-tempat prostitusi hampir diseluruh belahan dunia.  
 
Perkembangan normatif, penafsiran, pemahaman dan juga keterlibatan unsur sosio kultural menjadikan seks senantiasa menjadi perbincangan yang menarik dan hangat. Rasa keingin tahuan manusia merupakan salah satu pemicu adanya pandangan dan penafsiran tentang seks. Disinilah, seks berada di persimpangan jalan, sehingga sangat berpotensi dapat menyimpang dari tatanan adi kodrati.

Berbagai macam penyimpangan seks mulai dari dulu hingga saat ini masih terus terjadi, manusia telah mengenal berbagai macam bentuk penyimpangan seks. Oleh karena itu, tak berlebih kiranya kalau dalam tulisan artikel kali ini penulis sekedar mencoba memaknai kembali penyimpangan seksual yang terjadi ditengah-tengah masyarakat dengan mengacu pada aspek sosial budaya yang sudah lazim disepahami bersama. Diantara penyimpangan seksual itu adalah:

Homosexual
Homoseks adalah jenis seks sejenis, bisa sesama lelaki, yang biasa disebut dengan Gay dan ada sesama perempuan, yang biasa disebut dengan lesbian

Paedofilia
Aktifitas sexual dengan anak di bawah umur

Bestiality
Aktifitas sex dengan binatang.

Bisexual
Orang biasa menyebutnya dengan sex AC/ DC

Onani atau Masturbasi
Onani atau masturbasi adalah kegiatan sexual swalayan atau biasa disebut sex self service. Kegiatan seks dengan cara onani atau masturbasi biasa dilakukan dengan tangan atau menggunakan alat bantu, tanpa adanya persetubuhan dari dua kalamin manusia. Sebagian kalangan menganggap onani atau masturbasi adalah salah satu penyimpangan seksual karena bisanya hal ini membuat candu atau ketagihan bagi pelakunya. Namun anggapan ini agaknya perlu dipertanyakan kembali karena ditengah perkembangan budaya yang menjadi amat permisif, nampaknya onani atau masturbasi masih bisa lebih dapat ditolerir dibandingkan dengan seks bebas (free sex) dengan berganti-ganti pasangan yang beresiko tertular penyakit HIV atau Aids.   

Necrofilia
Necrofilia adalah kegemaran melakukan hubungan seks dengan mayat.

Exhibisionist
Suka mempertontonkan bagian vital dengan maksud agar merangsang lawan jenis.

Voyeurism
Voyeurism adalah kegiatan mengintip lawan jenis dan hal ini biasanya sudah menjadi candu. 

Anal Seks
Anak seks merupakan kegiatan seks menyimpang dengan penetrasi pada anus atau dubur. Kegiatan seks semacam ini sangatlah rentan terhadap kuman, virus atau bakteri yang bisa menyebabkan penyakit, namun bagi mereka penganut “anal seks”, ini merupakan bentuk variasi dari seni bercinta atau seks .

Sadomasochist
Sadomasochist adalah penyimpangan seks dengan cara menyakiti pasangan secara fisik (dipukul, dicambuk, ditampar, dll). Rintihan kesakitan mampu membangkitkan gairah seks bagi penganut “sadomasochist”

Sexual Trolis
Sexual trolis adalah seseorang memperoleh kepuasan seks dengan menyaksikan adegan seks secara langsung (bukan melalui film seks).

Fetish
Fetish adalah kepuasan seks bisa didapat tanpa melakukan hubungan seks, hanya dengan mencium atau mencumbu barang-barang milik lawan jenis. Misalnya Bra, Celena Dalam dan bahkan potongan rambut atau kuku.

Gerontosex
Gerontoses adalah kegemaran melakukan seks dengan lawan jenis yang sudah berusia lanjut (nenek-nenek, atau kakek-kakek).