Jumat, 15 April 2016



SHOLAT KHUSUK DENGAN METODE HIPNOSIS



Suatu hari di saat saya sedang mengisi sebuah acara training ilmu pemberdayaan diri, tepatnya ilmu “Hipnotis”, para peserta antusias mendengarkan dan mempraktekkannya. Para peserta merasa yakin setelah mendengarkan penjelasan atau pemaparan dari saya mengenai tentang rahasia hipnosis, bahwa pada hakikatnya untuk memasuki kondisi trance (tidur hipnosis), seseorang harus fokus kepada sesuatu hal. 

Disela-sela acara training, ada suatu pertanyaan dari salah satu peserta training yang cukup menarik untuk kita bahas dalam artikel saya kali ini, pertanyaannya adalah “Bisakah seseorang saat melakukan ritual ibadah sholat masuk dalam kondisi trance (terhipnosis), dengan trance pastinya seseorang akan mencapai kekhusyukan sholat yang sangat luar biasa??? Saya katakan kepadanya “tentu saja sangat bisa” dengan memberikan beberapa keterangan atau penjelasan.

Dalam artikel kali ini, saya ingin menulis jawaban dari pertanyaan diatas secara lebih detail dan komprehensif, hal ini saya maksudkan agar Anda para pembaca mengetahui salah satu manfaat positif dari “ilmu hipnotis”.

Dari beberapa literatur yang perna saya baca mengenai tentang sholatnya Nabi dan para sahabatnya, saya mengambil kesimpulan bahwa sholat Nabi dan juga para sahabatnya masuk kondisi trance. Bahkan ada salah satu riwayat yang menceritakan tentang kekhusukan sholatnya sahabat Nabi yang bernama Ali bin Abi Tholib.

Di riwayatkan dalam suatu peperangan, sayyidina Ali bin Abi Thalib terpanah pada salah satu anggota tubuhnya. Kemudian panahnya dicabut akan tetapi anak panahnya masih tertinggal didalam bagian tubuhnya. Para sahabat mengatakan bahwa untuk mengelurkan anak panah tersebut dari tubuh beliau maka sebagian tubuhnya harus dilukai atau dibedah, jika tidak dilakukan maka anak panah itu tidak bisa diambil.

Ali bin Abi Thalib lalu berkata: ”bila aku ditengah menjalankan sholat maka keluarkanlah anak panahnya”. Sayyidana Ali lalu menjalankan sholat lalu para sahabat segera membedah anggota tubuhnya dan mengeluarkan anak panah tersebut dari tubuh sayyidina Ali. Sungguh meski demikian, sayyidina Ali bin Abi Thalib tidak berubah dalam menjalankan sholatnya.

Ketika beliau selesai solat, sayyidina Ali berkata: ”mengapa kamu tidak mengeluarkan anak panah itu? Para sahabat menjawab : "sungguh telah kami keluarkan anak panahnya". (Irsyadul 'Ibad Ila Sabilir rosyad, hal 51).

Apa yang dialami oleh Ali bin Abi Thalib merupakan kondisi anasthesi (tidak merasakan sakit saat anak panah dicabut dari tubuhnya). Dalam dunia hipnosis hal ini (anasthesi tanpa obat bius) bisa dilakukan saat seseorang dalam kondisi trance hipnosis.

Barangkali timbul pertanyaan dalam benak diri Anda, kapan kita bisa sholat khusuk seperti Sayyidina Ali? Sakit yang parah tidak terasa ketika sudah menghadap Tuhan Sang Kuasa.
Saya pribadi pun masih terus belajar dan berusaha, menelaah ilmu yang saya dapatkan dan kemudian mempraktekkannya. Setidaknya ini yang kemudian saya dapatkan. Dalam pandangan saya pribadi, seseorang sangat mungkin mengalami kondisi trance (khusuk) dalam sholatnya, apabila menekankan tiga aspek dari sholat itu sendiri, yaitu:

Power of Niat
“Innamal A’malu Binniyat” Sesungguhnya amal perbuatan itu tergantung pada niat. Dari cuplikan hadits diatas, kita mengetahui betapa pentingnya niat dari sesuatu amal perbuatan. Niat termasuk salah satu dari rukun sholat, ini artinya apabila sholat dilakukan tanpa niat maka sholatnya tidak sah.

Lantas apa yang disebut dengan niat? Secara bahasa “niat” artinya “al-qashdu” (keinginan atau tujuan), yang dijelaskan oleh ulama malikiah adalah keinginan seseorang dalam hatinya untuk melakukan sesuatu”. Imam Nawawi mengatakan, bahwa niat adalah bermaksud untuk melakukan sesuatu dan bertekad bulat untuk mengerjakkannya.

Saya sudah niat sebelum sholat, tapi kok ya masih belum bisa khusuk? Barangkali itu pertanyaan Anda.

Oke marilah kita cermati dan teliti dengan seksama, apakah yang Anda lakukan dalam niat merupakan niat yang berangkat dari hati yang ikhlas. Niat sholat harus dimaknai sebagai kebutuhan seorang hamba pada Sang Khalik seperti layaknya Anda membutuhkan makanan dan minuman. Bukan karena faktor kewajiban sebagai seorang hamba semata dan bukan pula karena faktor takut atas azab-Nya.

Power of niat dalam sholat ini selaras dengan ilmu hipnosis. Ilmu hipnosis menjelaskan bahwa salah satu syarat seseorang untuk bisa memasuki kondisi trance hipnosis adalah ia harus bersedia secara sukarela. Bersedia secara sukarela juga bisa diartikan sebagai niat ikhlas yang dikerjakan dengan bersungguh-sungguh.

Mungkin timbul pertayaan dalam pikiran Anda, apakah untuk memasuki kondisi trance hipnosis seseorang harus bersedia secara sukarela? Padahal kalau saya lihat beberapa tayangan hipnosis ditelevisi, tidak ada persetujuan antaran Sang Hipnotis dan Sang Suyet.

Kalau Anda ingin jawaban dari pertanyaan ini, maka ikuti kelas pelatihan hipnotis hipnoterapi yang saya adakan disetiap bulannya dan akan saya kupas tuntas tentang jawabannya.

Power of Fokus
Rasulullah tidak mengalihkan pandangannya dari tempat sujud (dalam shalatnya)" H.R. Baihaqi.

Ternyata Nabi Muhammad telah memberikan pembelajaran cara fokus dalam sholat dan inilah salah satu bukti hadits yang secara tidak langsung mengajarkan kita untuk fokus pada satu titik saat kita melaksanakan sholat.

Jika para pembaca merasa bahwa dalam sholatnya masih belum bisa fokus, maka mulailah dari sekarang mempraktikkan cara Nabi yakni dengan memfokuskan pandangan mata ke arah sujud pada setiap gerakan dalam sholat, kecuali ketika memasuki tahiyat akhir, ada beberap riwayat dimana Rosulullah memindahkan fokus pandangkan kedua matanya ke arah jari telunjuk yang diacungkan kedepan.

Hal ini juga diajarkan dalam ilmu hipnosis, bahwa untuk mencapai kondisi trance hipnosis salah satu syaratnya adalah seseorang harus memiliki kemampuan fokus. Diperlukan daya fokus untuk masuk kondisi trance hipnotis, sehingga mudah untuk menerima sugesti hipnosis. Ini sama halnya dalam sholat, diperlukan daya fokus untuk masuk kondisi khusuk dalam sholat, tentunya untuk mempermudah penghayatan dan perenungan dalam setiap bacaan dalam sholat sehingga mendapatkan kenikmatan dalam sholat.  

Memahami Komunikasi
Dalam sholat, ada banyak bacaan yang harus kita baca, mulai dari gerakan takbiratur ihram sampai dengan takhiyatul akhir. Dan alangkah indahnya ketika kita membaca atau mendengar diantara bacaan-bacan dalam sholat membuat kita semakin hanyut dan memaknai kata setiap katanya. Untuk mencapai kondisi khusuk dalam sholat, setidaknya kita harus mengerti maksud dari bacaan-bacaan dalam sholat. Bagaimana bisa mencapai kondisi khusuk, kalau tidak memahami isi dari bacaan di dalam sholat.

Saya akan ilustrasikan mengenai hal ini (memahami komunikasi) agar Anda lebih mudah memahimnya, bayangkan Anda mempunyai seorang kekasih yang merantau ke negara arab dalam jangka waktu yang lama, karena jarak yang jauh dan lama terpisah tentunya membuat kekasih Anda merindukan diri Anda, untuk mengobati rasa rindunya ia mengirim sepucuk surat atau mengirim SMS untuk mengungkapan rasa rindunya kepada Anda, namun sayangnya ia menulis surat atau mengirim SMS dengan menggunakan bahasa arab, ia lupa kalau Anda tidak mengerti bahasa arab. Tentunya Anda akan dibuat bingung dengan isi surat dari kekasih Anda, dan tentunya pula Anda tidak bisa merasakan sentuhan cinta dan rindu dari setiap tulisan, kata perkata, kalimat perkalimat dari goresan tangan kekasih Anda.

Berbeda halnya kalau kekasih Anda menulis surat atau mengirim SMS dengan pola bahasa yang dimengerti oleh Anda, Anda akan merasakan cinta dan rindu dari sentuhan goresan tinta yang ditulis oleh kekasih Anda, bahkan sangat memungkinkan Anda akan merasa ikut terhayut dalam setiap bait tulisannya yang membuat diri Anda menjadi merinding dan menangis ketika membacanya. 

Hal ini juga berlaku dalam ilmu hipnosis, seseorang tidak akan bisa memasuki kondisi trance hipnosis apabila ia tidak memahami komunikasi dari Sang Penghipnotis. Dan satu hal lagi yang sama, yakni sugesti hipnosis harus diulang-ulang agar seseorang lebih mudah memasuki fase trance hipnotis, ini sama halnya bacaan sholat yang harus diulang-ulang, dengan maksud untuk mencapai kondisi khusuk. 

Saya cukupkan sampai disini, mudah-mudahan melalui artikel ini membawa perubahan bagi Anda para pembaca untuk lebih mudah memasuki kondisi khusuk dalam sholat dan tentunya masih banyak teknik hipnosis untuk mengkondisikan khusuk dalam sholat yang masih belum sempat saya tulis dalam artikel ini, semoga dilain waktu saya bisa meluangkan waktu untuk menuliskannya kembali. Amin