Sabtu, 23 April 2016



RITUAL SEKS DENGAN TUHAN

Tuhan kupanggil namamu, kurayu dirimu dengan dzikir yang asmaul husna. Kusebut lirih nama indahmu yang mampu membangkitkan gairah nafsuku tuk selalu ingin berdekatan denganmu. Kubisikkan sifatmu yang maha besar dan maha estetika melalui tarian jari-jari tasbihku dalam keheningan dan kesunyian malam. Bibirku terasa basah ingin rasanya aku segera mencium dan mengecup dirimu.
    
Tuhan aku berikan rangsangan kepadamu di sepertiga malam dengan berlahan kubuka pakaian dosaku dalam kesenyapan penuh kedamaian. Kurangsang dirimu dengan gerakan takbirku yang membuatku mendesah nikmat tiada tara dengan desahan al-fatihah. Aku terangsang hebat saat posisi rukuk dihadapanmu, dan benar-benar aku mencapai klimaks ketika aku sujud dibawah kemaha besaranmu.

Tuhan aku merasa ketagihan ingin selalu bercumbu denganmu, mungkin aku termasuk maniak seks diantara hamba-hambamu. Rasanya aku ingin selalu bercinta denganmu diatas ranjang diriku, benar-benar aku mabuk cinta, bahkan engkau sudah menjadi candu dalam hidupku. Sampai aku tajalli sampai mahabbah ku membawaku pada hulul. Hingga ketika aku bereksistensi di dunia ini, engkaulah yang bereksistensi. Ketika aku berjalan sesungguhnya engkaulah yang berjalan. Karena ketika aku bersetubuh denganmu disitulah cintaku meluap membanjiri kehadiratmu. Itulah kepuasan cinta, itulah aku dan akulah dirimu.

Seperti itulah ketika pecinta sedang di mabuk cinta. Segala kata atau ucapan yang keluar dari mulutnya adalah kata untuk pujaan hatinya. Meski kata itu merangkai menjadi kalimat yang vulgar, bagi seorang pecinta ke vulgaran itu semata-mata untuk memuja Tuhan. Meski dianggap kotor, kata-kata vulgar hanyalah sebuah metafora tentang cinta yang maha tinggi.
Mungkin bagi orang awam, ketika Tuhan dibahasakan dengan bahasa yang penuh dengan ungkapan seks, Tuhan seolah-olah digambarkan sebagai sesuatu yang kotor dan menjijikkan. Padahal kata atau ungkapan seks bagi sebagian orang adalah kenikmatan yang menyenangkan tiada tanding, tiada rasa nikmat didunia ini selain kenikmatan seks dan tiada ungkapan yang bisa mewakili kenikmatan selain seks itu sendiri. Bagi seorang pecinta, kenikmatan yang memuaskannya hanyalah disaat bersetubuh dengan Tuhan, lewak kalimat atau ungkapan seks inilah para pencinta berdzikir dan ingin menunjukkan bahwa Tuhan juga bisa diajak bersetubuh dalam kata yang tentunya metafora lewat ketawaduaan dan kegiatan menyucikan diri.

Tuhan merupakan sesuatu yang suci, walaupun kita membahasakan Tuhan dengan bahasa kotor. Tuhan tetap pada kesuciannya, Tuhan tetap Yang Maha Rahim dan Maha Rahman.

Lewat kata atau ungkapan cinta yang vulgar, inilah caraku mengungkapkan rasa cinta tuk merayu Tuhan. Dan untuk kalian para pembaca, silahkan merayu Tuhan dengan bahasamu sendiri, karena sesungguhnya saat kita berkata “aku mencitaimu Tuhan” maka Tuhan menjawab “Aku juga mencintaimu sebelum dan sesudahmu”. Dan ketika aku mengajak-Nya bercinta, Tuhanpun membalas setiap cumbu yang kuberikan kepada-Nya, bahkan lebih dari apa yang kuberikan pada-Nya, sampai aku merasakan klimaks berulang-ulang kali, dan aku terus mengulanginya pada sepertiga malam, di setiap aku merasakan capek yang mendera tubuhku, Tuhan sayangku selalu memberikan resep jamu air wudhu.

Aku merasa ketagihan untuk selalu ingin bercumbu mesra dengannya disetiap sepertiga malam, diwaktu itulah Tuhan hadir dalam kesenyapan, karena Tuhan adalah Sang Maha Senyap. Tuhan aku mencintaimu dan aku ingin selalu melakukan ritual seks ria denganmu..............