Sabtu, 05 Maret 2016



RAHASIA HURUF ALIF

Di kisahkan, disebuah surau kecil salah satu Pondok Pesantren yang terlentak di pinggiran Kota Lamongan, ada percakapan pengajaran antara Sang Kyai dengan Santrinya. Begini kutipan percakapannya:

Santri: Kyai, ajari kami makna rahasia huruf alif

Kyai: Begini anakku, dengarkan baik-baik. Jika huruf alif di sandangi atas (fathah) maka huruf alif di baca ‘a’, jika di sandangi bawah (kasroh) maka berbunyi ‘i’, dan jika dikasih dhommah maka huruf alif berbunyi ‘u’. Jika huruf alif dirangkai menjadi tiga dengan harokat berbeda (fathah, kasroh, dan dhommah) maka bunyinya “a-i-u”. Yang mempunyai arti A=Aku, I=Iki, U=Uwong (bhs Indonesia: Aku ini Manusia).

Santri: Kalau begitu berati aku (santri) ini bukan manusia.

Kyai: Kamu ini baru calon manusia, belum menjadi manusia seutuhnya. Kalau kamu ingin menjadi manusia seutuhnya maka kamu harus nguwongno uwong (memanusiakan manusia). Maknanya adalah, perlakukan orang lain seperti apa yang kamu ingin diperlakukan oleh orang lain. Begitupun juga sebaliknya, jangan perlakukan apapun kepada orang lain jika perlakuan itu tidak ingin menimpa kepadamu.
Apabila kamu merasa sakit jika dicubit, maka jangan perna sekali-kali mencubit orang lain. Jika kamu ingin dihargai dan dihormati orang lain, maka hargai dan hormati lebih dahulu orang lain. Itulah yang disebut memanusiakan manusia. Apabila kamu sudah bisa memanusiakan manusia maka kamu telah menjadi manusia seutuhnya.
 
Murid: Apa ada lagi Kyai?

Kyai  : Kalau kamu sudah bisa memanusiakan manusia, maka tugas selanjutnya yang kamu jalani adalah “Eling Kang Seng Gawe Uwong” (ingat kepada Sang Pencipta Manusia).

Murid: Mohon sudikirnya kyai menjelaskan kepada santrimu yang bodoh ini tentang Yang Maha Pecipta.

Kyai: Dia itu Gusti kang parek tan senggolan, lembut tan jinumput, Kang asipat welas asih tur ngudaneni sabarang kalir. Dia Maha Dekat namun tak tersentuh, Maha Lembut tanpa bisa diraba, mempunyai sifat Maha belas kasih dan Maha Mengetahui segala sesuatu.
Maka ingatlah akan Dia selalu dengan cara melayani sesamamu manusia, memanusiakan manusia lain. Itulah 'A-I-U' = Aku Iki Uwong, aku ini manusia. Bisa terlaksana menjadi manusia dengan cara memanusiakan manusia lain dan menghamba kepada Sang Pencipta Manusia.