Sabtu, 05 Maret 2016


HIDUP INI TERGANTUNG PRASANGKAMU

Aku Allah mengikuti prasangka hambaku. Sesuai prinsip ilahiyah ini, berarti apa yang kita percayai atau apa yang menjadi prasangka kita maka itu yang terjadi. Maka berhati-hatilah ketika kita merasa bahwa kehidupan yang kita jalani berada di bawah, jangan sampai kegalauan kita menimbulkan prasangka kepada Allah “bahwa Dia sedang menguji kita” sehingga Allah berprilaku menjadi “tidak bermurah lagi dan terus memberikan ujian dan ujian” kepada kita tanpa ada kata lulus. Sekali-kali jangan ada sedikitupun terbesit prasangka demikian, karena dengan berprasangka demikian maka justru hal itu yang menjadi kenyataan yang kita rasakan terjadi dalam kehidupan kita.  

Oleh karena itu, ketika kita merasakan roda kehidupan ada di bawah. Misalnya pendapatan hasil pekerjaan kurang dari yang kita harapkan, ekonomi (keuangan keluarga) mengalami krisis sedangkan kebutuhan meningkat, atau sedang ada problem rumah tangga, maka selayaknya kita justru meningkatkan kesadaran diri “bahwa Allah sedang mempersiapkan segal hal yang akan lebih baik lagi keadaannya”. Perlu diingat prinsip roda, jika suda terletak dibawah pasti babak berikutnya roda akan naik ke atas, hal ini lumrah dan biasa dalam kehidupan (sunnahtuallah).

“Allah Maha Pengasih dan Penyayang”, jadikan kata-kata ini tidak lagi sebatas keyakinan semata, tetapi LIHAT dan SAKSIKAN sendiri ini adalah fakta. Dalam bahasa agama disebut bahwa keyakinan yang baik adalah menjadi seakan-akan menyaksikan fakta. Keyakinan yang baik bukan sekedar yakin namun itu fakta, faktual dan bukan lagi asumsi keyakinan semata, maka hal tersebut disebut keyakinan yang sudah ainul yaqin.  

Maka ketika kehidupan kita lagi terasa berada di bawah, maka saksikan bahwa Allah Maha Pengasih dan Penyayang. Dan jika kita sudah bisa berasaksi demikian maka pertolongan-Nya sungguh sangatlah dekat dengan kita, karena apa yang kita persaksikan atau apa yang menjadi prasangka kita itulah yang akan diijabah oleh-Nya. Amin............