Sabtu, 19 Maret 2016



Belajar Ilmu Santet Yuk
Banyak fenomena dan misteri  yang ada di negeri ini, menunggu untuk dikaji, agar muncul berbagai teori. Ya termasuk tulisan saya kali ini yang membahas secara khusus mengenai fenomena ilmu santet. Bagaimana santet itu bekerja???

Ilmu santet merupakan sarana yang efektif untuk membunuh seseorang tanpa takut diproses secara hukum. Dengan kerendahan hati, saya mencoba mengupas tuntas tentang fenomena sosial yang berkembang di masyarakat luas dengan apa yang disebut “SANTET”. Tiap daerah mempunyai penamaan sendiri mengenai fenomena sosial yang satu ini, ada yang menyebutnya tenun, teluh, suangi, atau sebutan lain yang pada intinya merujuk pada maksud yang sama.

Berbagai jenis tingkatan ilmu santet bisa dilihat dari skala waktu dan jenis panyakit yang ditimbulkan oleh santet, berikut ini uraian sebab munculnya gejala penyakit santet pada diri seseorang yang merupakan buah hasil dari pengalaman saya pribadi saat menangani kasus ilmu terkutuk yang bernama “SANTET”.
Ilmu tingkat awal santet (kelas dasar), pada tingkatan awal (dasar) ini faktor penyebab santet biasa terjadi karena rasa benci dan dendam dari seseorang, tanpa disadari rasa kebencian dan sifat dendam yang mendarah daging ini melontarkan energi negatif dari buah pikiran sang pendendam yang pada akhirnya akan melontarkan frekwensi energi negatif pada orang yang dibenci atau didendami. Oleh karena itu berhati-hatilah dalam bergaul, jangan perna membuat seseorang menjadi benci dan dendam kepada Anda, karena akan bisa dipastikan hidup Anda tidak akan perna bahagia akibat pengaruh kebencian tersebut masuk ke dalam sukma-sukma orang yang dibenci. Pada akhirnya kemudian sakitnya raga orang yang dibenci.

Semakin kuat rasa benci itu, maka semakin kuat pula pengaruh yang diderita oleh orang yang dibenci. Biasanya rasa sakit tersebut dapat berupa rasa ngilu, demam, pusing, gatal tanpa sebab, magh, dan jantung. Bila diobati dengan prinsip ilmu kedokteran (medis) kadangkalah malah akan memperburuk keadaan, sebab pada prinsipnya santet yang dikirim (tanpa kesengajaan) karena rasa benci dan dendam akan menghambat kinerja obat-obatan medis yang pada akhirnya mengumpulnya zat-zat beracun yang berasal dari obat-obatan medis tersebut. 
Apabila ada diantara dua orang yang saling membenci maka terjadi benturan frekwensi energi negatif (perang santet) yang akan membuat rasa sakit fisik atau jiwa pada yang kalah besar bencinya. Untuk menangkal atau meredam dari pengaruh negatif yang ditimbulkan oleh rasa kebencian ini adalah dengan jalan silaturrahmi dan saling memaafkan.  

Ilmu santet kelas dasar ini dapat dipelajari dengan sangat mudah, yakni dengan cara sugesti terpola. Dengan cara sugesti terpola ini tidak hanya berguna untuk membuat orang lain sakit, namun bisa juga dimanfaatkan membuat seseorang tunduk, menurut, sayang dan jatuh cinta. Mengenai cara dan tekniknya tentu saja tidak saya tuliskan di dalam artikel ini, karena khawatir ilmu ini disalah gunakan.    

Dengan berlatih sugesti terpola secara kontinyu dan bertahap, maka seseorang biasanya memiliki kemampuan menciptakan sebuah media yang dapat disugestikan untuk menyakiti orang lain. Dengan keahlian tersebut, seseorang penyantet bisa berbuat apapun terhadap si tertuju. Misalnya boneka kecil yang telah tersugesti secara terpola ditusuk dengan jarum, maka akibatnya akan membuat sakit seseorang yang dituju oleh penyantet sesuai bagain yang telah diharapkan. Akibat dari pengaruh ini biasanya orang yang terkena santet akan merasakan sakit dibagian tertentu pada waktu atau jam-jam tertentu, misalnya selepas maghrib, di tengah malam hari, atau tiap kali si penyantet memberikan sugesti terpola ke arah media tersebut. Mengenai tentang “SANTET” yang satu ini bisa Anda baca pula diartikel saya yang lain, silahkan klik: Awas Mata Setan Siap Mengintaimu.

Pembahasan santet tingkatan tinggi Insya Allah saya bahas dan kupas tuntas pada diartikel-artikel saya selanjutnya. Terima kasih......