Kamis, 25 Februari 2016



HYPNOPARENTING ITU PENTING

Hypnoparenting, Ya....edisi kali ini, secara khusus saya menulis tentang  “Hypnoparenting”. Tulisan ini saya tulis karena banyaknya permintaan dari pembaca blog/ web melalui SMS, telp, dan email agar saya secara khusus menuliskan artikel yang bertema “Hipnosis Untuk Pengasuhan Anak” (agar tumbuh kembang menjadi anak sholeh sholihah). Artikel ini Insya Allah saya tulis secara berjenjang karena banyaknya materi hypnoparenting yang harus dipahami oleh orang tua. 

Sebagai orang tua, saya juga kadang harus memutar otak untuk mencari metode dalam mendidik anak-anak saya agar tumbuh kembang menjadi anak-anak yang sholeh dan sholehah.

Sebelum membahas pengertian hypnoparenting, terlebih dahulu perlu ada persamaan persepsi tentang apa itu hipnosis. Baik, saya akan bertanya apakan Anda pernah merasakan dihipnosis? Tidak pernah, mungkin itu jawaban Anda secara spontan. Oke apapun jawaban Anda tidakmasalah, sekarang saya bertanya lagi apakah Anda pernah melakukan hipnosis? Tentu saja tidak pernah. Yah jawaban-jawaban itu terkadang disebabkan karena sikap apriori kita terhadap hipnosis.

Hipnosis masih dianggap seseatu yang berhimpitan dengan dunia mistik, berbau magis, supranatural atau adanya anggapan bahwa orang yang bisa dihipnosis hanya orang bodoh, hipnosis dapat menyebabkan lupa ingatan dan sebagainya. Baik, mari kita cek jawaban Anda. Benarkah Anda tidak pernah dihipnosis.

Pernahkah Anda menonton sinetron sehingga terhanyut sampai ikut menangis ketika tokoh idola Anda dianiaya? Atau Anda asyik membaca buku hingga tidak mendengar ketika dipanggil teman? Atau Anda asyik main game atau SMS hinga lupa waktu? Yah… kalau itu pernah, nah jika Anda pernah merasakannya, berarti Anda sudah pernah merasakan dihipnosis.

Kondiisi terhipnosis (trance) adalah fenomena yang normal dan alami dalam kehidupan sehari-hari. Tanpa disadari, semua orang sering mengalami trance, misalnya saat sedang menonton film yang menarik, menyetir mobil, membaca buku, bekerja di depan komputer dan lain-lain.

Baik jika Anda merasa tidak pernah melakukan hipnosis, saya akan mencoba memberi sebuah contoh. Contoh yang negatif seperti ini. Misalnya Anda, sebagai orang tua dan figur yang dipAndang memiliki otoritas, saat mengetahui bahwa anak Anda nilai ujiannya jauh di bawah harapan Anda, bekata “Dasar anak goblok. Kamu selalu dapat nilai jelek. Dari dulu sampai sekarang nilaimu nggak pernah bagus. Heran ya… kok ada anak goblok seperti kamu?”

Apa yang Anda lakukan pada anak Anda adalah satu bentuk hipnosis yang sangat dahsyat. Hipnosis yang Anda lakukan mampu menembus langsung ke pikiran bawah sadar anak, melalui gerbang pikiran bawah sadar yang saat itu terbuka lebar akibat perasaan takut mendapat nilai jelek dan akan sangat efektif. Mengapa efektif? Karena kalimat yang Anda “pilih” sungguh merupakan affirmasi yang sangat ampuh. Coba Anda perhatikan kembali kalimat di atas. Khususnya kata-kata yang saya garis bawahi. Dan itulah yang terinstall dalam diri anak-anak.

Jadi pada prinsipnya kita sering mengalami kondisi hipnosis karena hipnosis sebenarnya adalah fenomena alami, dan kita sebagai orang tua atau guru juga sering melakukan hipnosis, karena orang tua ataupun guru adalah figur otoritas sehingga apa yang diucapkan dapat diterima langsung oleh pikiran bawah sadar anak.
Baiklah sekarang saatnya kita membahas pengertia hypnoparenting. Hypnoparenting terdiri dari 2 kata dasar yaitu hipnoss dan parenting. Marilah kita bahas satu persatu secara singkat sehingga makna dari hypnoparenting dapat dimengerti dengan benar. Hipnosis di Indonesia masih dianggap sebagai satu hal yang dipenuhi misteri. Masih banyak yang beranggapan bahwa hipnosis melibatkan kuasa kegelapan atau suatu bentuk praktek supranatural. Oleh karena itu tidak sedikit juga orang yang percaya bahwa hal yang berbau hipnosis harus dijauhi atau dihindari.

Ada juga yang berpendapat bahwa subjek yang dihipnosis tidak bisa mengontrol pikirannya sendiri dan dalam kondisi yang sepenuhnya tidak sadar atau bahkan ada juga yang mengatakan bahwa kalau sering dihipnosis akan lupa ingatan dan mudah dipengaruhi oleh orang lain atau bahkan mudah dimasuki “roh halus”. Baiklah sekarang kita akan membahasnya.

Pertama kali yang perlu diketahui adalah di dunia ini terdapat dua aliran besar hipnosis yaitu aliran Timur dan Barat. Pada aliran Timur memang banyak dijumpai hal-hal yang bersifat mistis atau “magis”. Sedangkan pada aliran Barat dipengaruhi oleh teori-teori mengenai pikiran dan struktur bahasa. Hipnosis yang akan diulas di sini menganut aliran Barat. Jadi semuanya berdasarka penelitian ilmiah dari para pakar yang berasal dari dunia kedokteran dan psikologi.

Sekali lagi fenomena hipnosis kita alami setiap hari. Pernahkah Anda melihat film yang mengharukan hingga menangis? Anda larut dalam film itu sehingga seakan-akan menjadi sesuatu yang nyata. Itulah hipnosis. Contoh lainnya adalah bayangkan sebuah jeruk lemon yang sangat segar di depan Anda. Bayangkan jeruk tersebut dibelah jadi 2 bagian dan kemudian dikucurkan ke dalam mulut. Bagaimana reaksi tubuh Anda? Adakah pengaruhnya? Apakah air liur Anda menjadi lebih encer? Jika Anda perhatikan jeruknya kan tidak ada, hanya imajinasi saja bukan? Tetapi mengapa tubuh kita bereaksi dengan cara yang sama ketika jeruknya benar-benar ada? Itulah hipnosis. Otak kita menangkap gambaran mental dari jeruk lemon. Dan ketika kita melakukannya dengan penuh perasaan dan konsentrasi maka otak menganggap hal itu adalah suatu kenyataan dan memerintahkan tubuh untuk beraksi dengan cara yang sama saat kita dulu berhadapan dengan jeruk lemon yang sesungguhnya.

Satu syarat penting yang harus ada di sini adalah bahwa Anda harus pernah punya pengalaman dengan jeruk lemon dulu sebelumnya sehingga bisa membayangkan dengan detail. Jika Anda belum pernah melihat jeruk emon sebelumnya maka sugesti di atas tadi tidak akan berhasil.

Tidak ada hal berunsur “magis” atau “mistis” bukan? Untuk memahami fenomena jeruk lemon di atas maka kita harus mengerti cara kerja pikiran. Apa maksudnya? Maksudnya kita harus mengerti bagaimana pikiran memproses stimulasi dari luar (dalam hal ini berupa kata-kata) menjadi suatu gambaran mental berdasarkan informasi yang sudah ada di memori pikiran sebelumnya. Dengan pemahman di atas maka kita sekarang akan menyadari bahwa semua proses pemasukan informasi ke dalam pikiran adalah suatu proses hipnosis.

Nah sekarang apa itu Parenting? Parenting adalah segala sesuatu yang berurusan dengan tugas-tugas orang tua dalam mendidik danmembesarkan anak. Tugas kita sebagai orang tua dalam mendidik dan membesarkan anak sebenarnya sangat berat dan penuh liku-liku tantangan. Sayangnya kita hanya berbekal pengalaman sebagai seorang anak yang dulunya dididik dan dibesarkan oleh orang tua kita. Sebagian besar pola asuh dan pola didik orang tua kepada kita akhirnya mewarnai tugas kita sebagai orang tua. Kita memperlakukan anak kita sebagaimana orang tua memperlakukan kita dulunya. Seharusnya kita harus memperlakukan anak sebagaimana kita dulu ingin diperlakukan oleh orang tua ktia. Dengan begitu kita bertindak atas dasar perasaan seorang anak. Bukan atas dasar perasaan kita sebagai orang tua. Karena apa yang kita anggap baik belum tentu seperti yang diinginkan oleh anak kita secara pasti. Dengan kata lain kita bertindak atas dasar persepsi kita sendiri bukan dari persepsi seorang anak.

Oleh karena itu dengan hypnoparenting kita berusaha mempetakan dan membuat sistemasi atas segala hal yang berhubungan dengan tugas kita sebagai orang tua ditinjau dari sudut pandang cara kerja pikiran dan pengaruhnya terhadap masa depan seorang anak. Mengapa kita meninjaunya dari sudut pandang cara kerja pikiran? Karena segala sesuatu berakar dari pikiran. Manusia, anak-anak sampai dewasa, melakukan segala sesuatu karena punya pikiran.segala hal tentang teori pertumbuhan dan perkembangan anak tak akan berhasil jika kita gagal memahami cara kerja pikiran. Satu hal sederhana? Mengapa seorang bayi belajar berjalan? Karena ia melihat semua orang dewasa di sekitarnya berjalan tegak dengan kedua kakinya. Bukan karena umurnya memang mengijinkan dia untuk berjalan. Jika selama 5 tahun pertama hidupnya byai hanya melihat orang di sekitarnya merangkak maka ia pasti akan merangkak juga. Tidak akan pernah berjalan tegak. Inilah mekanisme hipnosis ang paling sederhana. Kita telah mempengaruhi seorang bayi dengan contoh nyata bahwa suatu hari ia akan berjalan juga sebagaimana kita orang dewasa. Hal ini ditangkap oleh otak bawah sadarnya dan diproses sampai suatu saat si bayi itu mulai mencoba untuk berdiri tegak dan berjalan. Tetapi karena tulangnya belum kuat maka ia akan terjatuh. Tetapi karena kita sugesti, “Ayo coba lagi. Berdiri lagi sayang kamu pasti bisa” maka ia akhirnya bisa berjalan. Bayangkan apa yang akan terjadi jika sugestinya, “Alaaa percuma kamu tdak akan bisa. Sudahlah duduk aja tidak usah berdiri atau berjalan”, apakah si bayi akan bisa berjalan? Tentu tidak.