Rabu, 05 Agustus 2015



Latihan Telepati Secara Mandiri. Dalam latihan ini yang perlu Anda persiapkan adalah harus berlatih secara pribadi dengan bantuan sejumlah teman. Mulailah latihan pengembangan diri dengan memilih salah seorang teman atau lebih yang bersimpati kepada Anda dan tertarik dengan hal ini (telepati). Jangan biarkan ada orang yang tidak simpati dan tidak menyenangkan berada di sekitar Anda ketika sendang berlatih, karena orang semacam itu cenderung mengalihkan pikiran Anda dan bisa mengganggu latihan awal Anda. Pilihlah salah seorang teman Anda untuk bertindak sebagai pengirim, sementara Anda menjadi penerima.

Mulailah latihan dengan membentuk harmoni psikis atau hubungan antara Anda dengan pihak pengirim melalui pernapasan berirama. Hal ini penting dan merupakan salah satu langkah kondusif untuk hasil yang sangat baik dalam demontrasi psikis ini. Istilah “terhubung” kerap dijumpai dalam buku-buku tentang ilmu jiwa dan okultisme. Webster mengartikan kata ini sebagai “hubungan, kecocokan, kesesuaian, keserasian simpatetik”. Para ahli okultisme menggunakan istilah ini denga makna “memilki getaran yang harmonis dengan orang lain”.

Pernapasan berirama telah dikenal oleh para ahli okultisme di sepanjang zaman sebagai salah satu tambahan penting dalam fenomena psikis. Latihan ini berupa latihan pernapasan dalam ritme yang lambat dan hitungan yang tetap. Anda diharuskan menghitung helaan napas, berapa lama Anda menahannya, dan berapa lama menghembuskan, dengan bantuan ketukan tetap semisal detik jam. Misal tarik napas dalam-dalam, hitunglah dalam hati sesuai dengan detik jam yang ada dalam bayangan Anda : satu......dua.....tiga....empat......lalu tahan napas sambil menghitung, dan hembuskan sambil tetap menghitung.
Aturannya, tarik napas harus memiliki hitungan yang sama dengan hembusan napas, sedangkan hitungan menahan napas adalah satu setengah dari salah satu jumlah tersebut. Hitungan tersebut menggambarkan hal berikut. Para okultis tingkat lanjut mendapatkan detak waktu meraka dari detak jantung. Namun dalam hal ini, itu bukanlah sesuatu yang bersifat mutlak.

Prinsip dasar dari pernapasan berirama yang hendak kami tekankan kepada Anda ialah bahwa dua orang tersebut (pengirim dan penerima), harus bernapas serentak dalam waktu dan ritme yang sempurna. Dari empat sampai tujuh, pernapasan berirama cukup untuk membentuk kondisi yang memadai. Tetapi ketika dalam kasus di mana Anda merasakan kekuatan pihak pengirim mulai menurun, Anda harus berhenti sejenak dan meminta dia untuk bernapas seirama dengan Anda, baru kemudian memulai kembali percobaan. Orang lain bisa menangkap ritme jika Anda bernapas sedikit lebih keras, sehingga tak perlu memberikan arahan perihal ilmu atau teori pernapasan seirama. Cukup dengan menyuruhnya untuk menyesuaikan napas dengan Anda dan menjaganya agar tetap serentak.

Mulailah semua latihan dengan hubungan pernapasan ini. Begitu juga saat mengawali setiap demontrasi. Anda akan menyadari efek melembutkan dan menenangkan pada diri Anda dan pengirim, sehingga menghasilkan kesungguhan mental dan kosentrasi pada diri masing-masing yang akan membantu Anda dalam demontrasi membaca pikiran.

Kami tidak akan menyebutkan latihan pernapasan beriama ini saat kami memberikan petunjuk latihan telepati pada artikel selanjutnya, namun Anda harus ingat untuk selalu mencermatinya dalam setiap latihan. Terus berlatihlah dengan cermat, sampai Anda dapat meraih kepercayaan diri dari peningkatan keberhasilan dalam eksperiman ini.

Saya cukupkan sampai disini artikel “Latihan Telepati Secara Mandiri”. Untuk lanjutan artikel “Latihan Telepati Secara Mandiri" bisa anda dapatkan dengan mengikuti kelas pelatihan di “GRIYA SANG HIPNOTIS”.