Jumat, 07 Agustus 2015



Kekuatan Hipnotis berkaitan erat dengan daya cipta pikiran, yang mana kekuatan ini mengoptimalkan pikiran bawah sadar/ otak kanan (Sub-Conscious). Artikel ini barangkali berbeda dengan artikel-artikel hipnotis atau sejenis lainnya, karena dalam artikel ini kami akan membahas dari sisi yang berbeda. Membahas pikiran bawah sadar/ otak kanan dalam perspektif Islam.

Mengutip kalimat dari kitab risala al-mu'awwanah : “tafakkuru sanatin khoirum min ibadatu sanatin” (Karya. Abdullah bin alawi al-attas).

Efek samping dari berfikir sungguhlah dasyat terasa. Segala sesuatu dan dalam apapun itu akanlah sangat berarti dan berharga jika semua itu diperdanai oleh aktifitas berfikir. Akal adalah raja diraja dalam kerajaan tubuh kita.

Tuhan menciptakan kekuatan yang luar biasa dalam diri manusia, yang membedahkan dengan makhluk yang lainnya.

"Al-Insan Hayawan Natiq" (manusia adalah hewan yang berpikir)

Berpikir adalah salah satu atribut dan karakter yang melekat pada makhluk yang bernama manusia.

Berbahagialah, orang yang bisa mendayagunakan secara optimal kemampuan yang dianugerahkan Tuhan ini untuk kemaslahatan umat manusia. Dan berbahagia pula orang yang memiliki keleluasaan berpikir tanpa harus dihujani berbagai macam "ultimatum" yang mengkondisikan dia untuk "memodifikasi" dan "mengkamuflasekan" buah pemikirannya.

Islam merupakan agama yang menstimulus otak kanan manusia menjadi berfungsi. Betapa tidak, ketika kita mencoba memahami bagaimana pergantian malam dan siang terjadi, seperti dijelaskan dalam Al Qur’an, tentu diperlukan daya imajinasi untuk bisa merasakan kebesaran Tuhan dalam menciptakan alam semesta, menumbuhkan aneka tumbuhan, dan bagaimana Sang Khaliq menurunkan hujan.

“Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal, yaitu orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadaan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi seraya berkata: “Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia. Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka” (Qs. Ali Imran 190-191).

 “Tanpa bantuan imajinasi(otak kanan), kita tidak sanggup melihat dan merasakan langsung tanda-tanda yang dimaksud, dan tidak sanggup memikirkan penciptaan langit dan bumi”.

Bahkan dalam hadits Nabi dikatakan: “Sembahlah Tuhan-Mu seakan-akan engkau melihatnya, dan apabila kamu tidak sanggup melihat-Nya, maka yakinlah bahwa Allah melihat kamu.”

Sangat jelas dalam hadits ini, perintah untuk seolah-olah melihat Allah dalam shalat adalah pekerjaan imajinasi atau kemampuan “membayangkan.”

Seperti kita ketahui, sepertiga dari ayat-ayat suci Al Quran adalah bercerita tentang kisah jaman dahulu dan banyak menggunakan kata perumpamaan: seakan-akan, seperti, yang tentunya membutuhkan daya imajinasi yang kuat. “Tahukah Anda kalau daya imajinasi adalah tanggungjawab otak kanan/ alam bawah sadar ?”.

Sungguh hal ini salah satu bukti bahwa Islam adalah agama yang sempurna.

Saya cukupkan sementara sampai disini artikel tentang kekuatan hipnotis (alam bawah sadar dalam perspektif Islam), Dan dalam  artikel singkat ini kami belum bisa menguraikan secara detail, semoga saja dalam kesempatan yang lain, ada waktu untuk mengupasnya lebih dalam dan sistematis.