Senin, 03 Agustus 2015



Telepati dan Kemampuan Membaca Pikiran adalah fenomena alamiah yang bisa dijelaskan secara ilmiah. 

Manusia telah berpikir sejak kehidupan dimuali, dan hasilnya bisa dilihat pada saat ini, berkat keajaiban pikiran, manusia telah menghasilkan banyak hal yang mengagumkan. Meski demikian, masi ada banyak misteri tentang pikiran yang tak diketahui manusia.

Salah satu fakta ilmiah menajubkan tentang pikiran yang tak disadari oleh banyak orang ialah bahwa pikiran semua orang saling terhubung. Salah satu fenomena yang menunjukkan hal itu adalah telepati.

Telepati merupakan kemampuan seseorang untuk berkomunikasi atau saling bertukar informasi dengan orang lain tanpa menggunakan indra. Kita cukup memikirkan pesan, gagasan, atau imaji, dan lalu mengirimkannya kepada teman, maka sang teman akan menerima hal itu dalam pikirannya.

Fenomena lain yang dihubung-hubungkan dengan keajaiban pikiran manusia adalah kemampuan membaca pikiran. Sayangnya, tak sedikit orang menganggap bahwa kemampuan membaca pikiran hanya dimiliki oleh kaum psikolog atau bahkan dukun. Namun kenyataannya dalam kehidupan sehari-hari kita adalah pembaca pikiran. Sebab tanpa kemampuan mengetahui pikiran serta perasaan orang lain, kita taka akan sanggup menghadapi situasi semudah apa pun. Dengan membaca pikiran, kita dapat mereka-reka tingkah laku seseorang dan lalu mengambil keputusan mengenai tindakan yang diambil.

Sewaktu berpikir, kita memunculkan vibrasi dan gelombang pikiran yang mirip dengan gelombang listrik. Ilmu pengetahuan menegaskan adanya peningakatan temperatur dalam otak seseorang saat dia berpikir, dan perubahan kimiawi yang terjadi terus menenur ketika sel otak dalam kondisi aktif. Ini sama dengan pembangkit listrik di dalam baterai, sehingga tak diragukan lagi mempunyai cara yang sama untuk menghasilkan vibrasi dan memancarkannya kepada pikiran orang lain.
Telepati dan kemampuan membaca pikiran sudah pasti adalah dua fenomena yang dapat dijelaskan dan dibuktikan secara ilmiah, dan kerena itu saiapun bisa mempelajari dan menguasainya. Dengan menguasai telepati dan kemampuan membaca pikiran, kita menjadi tahu apa yang dipikirkan atau dirasakan orang lain tentang diri kita, serta mengenali intuisi dan menjaga imaji positif mengenai orang lain.