Sabtu, 08 Agustus 2015



Hipnotis Terlengkap se Indonesia. Mungkin itu kata yang pantas di sematkan kepada Lembaga Pelatihan Pemberdayaan Diri yang berlokasi di dekat Bandara Juanda Surabaya Jawa Timur. Langsung saja, mengenal lebih dekat dengan GRIYA SANG HIPNOTIS. Pepatah lama mengatakan : “tak kenal maka tak sayang”. Oleh karena itu perkenankan saya menyapa Anda dengan ucapan : Assalamualaikum Warohmatullahi Wabarokatuh, Salam Sejahterah dan Keselamatan Untuk Anda Semua.  

Sekilas pandang, bahwa GRIYA SANG HIPNOTIS merupakan lembaga pelatihan yang bergerak dibidang pendidikan pemberdayaan diri yang berpusat di kota Sidoarjo, tepatnya di Jl. Raya Pabean, No 29, Sedati, Sidoarjo, Jawa Timur (5 menit dari Bandara Juanda Surabaya). Sebuah akses tempat yang mudah dijangkau, yang hanya berjarak kurang lebih 1,5 KM dari Bandara Juanda Surabaya dan 3 KM dari Terminal Joyoboyo (Bungurasih) Surabaya.

GRIYA SANG HIPNOTIS adalah salah satu lembaga pelatihan yang memanfaatkan teknologi pikiran dan hati untuk mencapai pencapaian yang terbaik (insan kamil) sebagai manusia dimuka bumi. GRIYA SANG HIPNOTIS yang bertempat diantara perbatasan kota Sidoarjo dan Surabaya ini merupakan lembaga pemberdayaan diri satu-satunya di Indonesia yang banyak mengembangkan program aplikasi pemanfaatan teknologi pikiran dan hati nurani.

Griya Sang Hipnotis fokus melatih dan memberdayakan dua kekuatan yang dimiliki manusia, yaitu kekuatan pikiran dan hati nurani.

Kita tahu, bahwa pikiran adalah karya kreatif Tuhan yang super canggih, prangkat ini khusus diciptakan Tuhan untuk manusia dan tidak dimiliki oleh makhluk-makhluk Tuhan yang lainnya. Dengan prangkat super canggih ciptaan Tuhan ini, maka terbentuk berbagai temuan-temuan atau hal-hal yang mengagumkan ciptaan manusia. Sangat disayangkan apabila kita tidak mendayagunakan semaksimal mungkin perangkat yang menjadikan martabat kita sebagai makhluk yang mulia.

Dalam perangkat pikiran ada 2, yakni pikiran sadar dan pikiran alam bawah Sadar.
Sedangkan hati, dalam bahasa Arab disebut qalbun, yaitu anggota badan yang letaknya di sebelah kiri dada dan merupakan bagian terpenting bagi pergerakan darah. Dikatakan juga hati sebagai qalb, karena sifatnya yang berubah-ubah.  

Hati juga bermakna bisikan halus ketuhanan (rabbaniyah) yang berhubungan langsung dengan hati yang berbentuk daging. Hati inilah yang dapat memahami dan mengenal Allah serta segala hal yang tidak dapat dijangkau  oleh angan-angan atau pikiran.

Karena itu, Ibnul Qoyyim Al Jauziyah pernah mengatkan bahwa hati manusia terbagi dalam 3 kriteria:

  • Qalbun Salim (hati yang sehat) 
  • Qalbun Mayyit (hati yang mati) 
  • Qalbun Maridh (hati yang sakit)
Hati Yang Sakit (Qalbun Maridh), ia senantiasa dipenuhi penyakit yang bersarang di dalamnya. Di antaranya : Riya’, hasrat ingin dipuji, Hasad, dengki, ghibah dan sebagainya. Orang yang memiliki Qalbun maridh (hati yang sakit) akan sulit menilai secara jujur apapun yang tampak di depannya.

Yang lebih parah adalah Hati Yang Mati (Qalbun Mayyit). Hati ini sepenuhnya di bawah kekuasaan hawa nafsu, sehingga ia terhijab dari mengenal Allah Subhanahu Wata’ala.

Sementara itu, Hati Yang Baik dan Sehat disebut Qalbun Salim. Inilah hatinya orang beriman. Hati ini adalah hati yang hidup, bersih, penuh ketaatan dengan cahaya terangnya dan bertempat di nafsul mutmainnah (jiwa yang tenang).

Disinilah wilayah Griya Sang Hipnotis, yakni mengeksplorasi daya kekuatan pikiran dan hati nurani, menyeimbangkan fungsi pikiran dan hati agar menjadi manusia yang berkwalitas bermartabat dihadapan Tuhan.